Ketidak normal-an yang (katanya) normal.

826644001_1 Wahai pria, dimanakah kamu?

Pagi ini saja aku mendapatkan 2 kejadian yang sepertinya umum, tetapi jika kupikirkan lagi, ada sesuatu yang besar sedang terjadi. Yang pertama ketika orangtuaku baru saja mendengarkan pertengkaran keluarga saudara kami, yang hanya gara-gara masalah sepele. Itu terjadi jam 7 pagi tadi!. “kasihan anak-anak mereka, jika melihat kedua orang tuanya tidak pernah akur”, “Suaminya yang harus berubah sikapnya terhadap istrinya!” kata ibuku dengan nada putus asa. Ya, hal ini bukan yang pertama kali terjadi diantara mereka.

Yang kedua, ketika berangkat ke kantor, tiba-tiba pandanganku tertuju pada sesosok wanita yang berdiri di pinggir jalan, di jalur hijau, sambil mengenakan seragam putih (sepertinya seragam kantor/pabrik). Hal itu mencuri perhatianku karena dia menunduk, memegang helm, dan ketika semakin dekat dengannya aku melihat dia sedang terisak, menangis, dengan mata merah penuh air mata. Pikiranku hanya menerawang, dimanakah suaminya? Apa yang sedang terjadi? Apakah dia butuh bantuan? Apakah anaknya sakit? Apakah yang sudah suaminya lakukan terhadapnya?, berjuta pertanyaan meloncat dari pikiranku. Tetapi sudahlah, Tuhan akan memberikan pertolongan melalui caraNYA yang ajaib, aku mencoba untuk menghiraukan peristiwa itu.

Tetapi, tunggu dulu, aku baru teringat, 2 hari yang lalu ketika pulang kerumah, disaat aku sedang memarkir mobil, di pinggir jalan ada sepasang kekasih yang duduk di atas sepeda motor mereka. Kenapa mereka nggak turun dari motor dan memarkirnya ya, pikirku saat itu. Ssetelah memarkil mobil, aku turun dan berjalan melewati mereka, eh, ternyata terjadi pertengkaran hebat rupanya, ya, aku bisa mendengar, bahkan semua orang yang lewat jalan itu pasti bisa mendengar. Karena suara dari pihak cewek nya sangat keras dan rupanya dia sedang marah besar terhadap kekasihnya. Sedang si cowok hanya diam terpaku, menunduk tanpa sepatah katapun keluar. Aku nggak ngerti kenapa masalahnya.

Ya, kejadian ini terjadi di hari-hari yang lalu, tetapi ada gejala apakah ini? Apakah ini hal yang biasa? Mungkin hal yang biasa. Aku mencoba untuk tidak berpikir terlalu jauh.

Tetapi ada hal lain lagi meloncat dari kepalaku, dalam pelayanan kami di gereja, yang aktif dan tekun untuk melayani sebagian besar didominasi para wanita. Dimanakah para pria?. Dan ketika ku melihat laporan mingguan di gereja kami total jumlah jemaat yang hadir, LEBIH BANYAK WANITA! Dimanakah para pria?. Coba kupikir lagi, bagaimana dengan persekutuan-persekutuan di komisi dan sektor, hm… para wanita juga yang paling mendominasi keaktifan dan kehadiran dalam persekutuan. Dimanakah para pria?

Sudah, sudah, aku berhenti berpikir sejenak. Dan sekarang mencoba berpikir, kira-kira dimanakah tempat-tempat para pria banyak berkumpul dan aktif. AHA! Aku teringat! Setiap malam sepulang dari rumah kekasih, SELALU kumelihat segerombolan besar pria (dari bapak-bapak sampai anak muda) sedang merawat, memandangi dan mendadani kendaraan bermotornya, ada berbagai macam mobil dan sepeda motor di parkir, di sepanjang jalan Basuki Rachmat-Jl. Tunjungan-Jl. Pemuda (Jalan-jalan utama diSurabaya!), SETIAP MALAM! Pertama kupikir mereka hanya berkumpul setiap malam minggu, ternyata dugaanku salah. Mereka lebih rajin dan kreatif dari yang kupikir. Ya, mereka berkumpul setiap malam!.

Ada lagi tempat para pria kreatif berkumpul dan mereka maksimal dan antusias sekali melakukannya, yaitu di persewaan PS, Play Station! Ya, di sini aku melihat mereka banyak menghabiskan waktu. Bahkan seorang teman mengatakan, mereka tidak hanya berjam-jam di sana, tetapi bisa seharian! “Apakah itu saat liburan saja?”, tanyaku. “oh, tidak, itu hari biasa, kalau liburan malah bisa nginap segala!” kelakarnya.

Dimana lagi para pria-pria ini? Oh ini, di depan televisi! Ya, mereka banyak menghabiskan malam, setelah pulang dari kantor dengan menonton acara kesukaannya, ada F1, Extrav…, infotainment, sinetron2 atau yang paling dinanti adalah: SEPAKBOLA! (Apalagi pertengahan tahun nanti, juni-juli 2006, akan ada WORLD CUP 2006!)Dan ini tidak hanya satu pertandingan saja, tetapi bisa sampai tiga pertandingan dalam semalam suntuk bahkan sampai dini hari. Dan sepakbola ini rutin ditayangkan setiap SABTU dan MINGGU setiap minggunya!. Lalu kapan bapak-bapak ini bisa mempunyai waktu untuk anak dan istrinya ya?, pikirku.

Dimana lagi bisa ditemukan para pria berkumpul? Aku menemukannya di tempat-tempat olahraga, tempat billiard, pinggir-pinggir jalan sambil berjudi, di lobby hotel, di tempat karaoke, di lokalisasi, di stadion sepakbola, di cafe & pub terkenal, di kolam pancing, di warnet, atau bahkan mereka yang dikenal pendiam dan alim mereka ada di kamarnya masing-masing. kamar? Sedang apa mereka seharian mengurung diri di kamar? Tidur? Oh ternyata bukan, mereka sedang menciptakan ‘dunia mereka’ sendiri bersama gambar di vcd, DVD atau majalah yang katanya ‘nikmat’. Dimanakah lagi? Sudah, sudah aku tahu dimana, hanya mungkin tidak semuanya berguna untuk ditulis di sini.

Apa yang sedang mereka cari ya di tempat-tempat dan kegiatan-kegiatan seperti itu? Tidak tahukah Tuhan sedang merindukan mereka untuk bersekutu denganNYA setiap hari? Tidak tahukah mereka jika para isteri mereka merindukan waktu yang berkualitas untuk sekedar ngobrol dan bercanda dengan mereka, untuk membicarakan tentang anak-anaknya yang mulai tumbuh dewasa atau bahkan untuk menceritakan bahwa harga-harga di pasar sedang naik, atau tentang masakannya yang gosong kemarin? Tidak tahukah mereka jika para kekasih mereka selalu menunggu saat-saat bersama berdua tanpa diganggu oleh jadwal keluar malam dengan teman-teman pria mereka?. (oh, my GOD, kenapa dipipiku mulai keluar air mata saat menulis bagian ini?, please help me.)

Ah sudahlah, aku jadi semakin sok tau dunia pria.

Loh aku kan pria? Jadi dulu aku juga pernah seperti mereka?

Iya. AKu juga sama seperti pria-pria itu dulu. Tetapi aku sudah berjumpa dengan TABIB YANG AJAIB yang sudah membukakan mataku yang dulu buta. Sekarang aku tidak mau tertipu oleh tipu muslihat iblis lagi. Aku butuh teman seperjuangan karena sendirian aku tak mampu. Pray for us!

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. II Korintus 5:17

 

Pria, Dimanakah kamu? Tuhan, kekasih, para isteri dan anak-anakmu sedang menunggumu. Menunggu untuk keluar dari ’tempat yang nyaman itu.

Peperangan sudah dimulai, sahabat. Bertobatlah! SEKARANG.

 

3 pemikiran pada “Ketidak normal-an yang (katanya) normal.

  1. tyo comments:
    Luar biasa amat jika pria diubahkan.
    Tak hanya itu memang. Wanita yang diubahkan pun begitu SquarEnixous!!

    Satu hal, semua sharemu tuh membuktikan kalo di dunia gelap ini terang sangat dibutuhkan. Kelihatannya tidak nyambung, tapi sungguh begitu parah keadaan pria2 yang hidup di dunianya dengan mengabaikan real world.

    Kasihan. Tetapi tidak cuman merasa simpati namun menjadi kewajiban kita untuk menolong pria2 demikian.
    u don’t need reason to help people.
    jadi jika ketemu sedemikian, mari menolong mereka dengan mengenalkan YESUS pada mereka.

    Gbu

  2. halo!
    baru x ini ketemu websitemu, n im enjoying every words u said. isinya bener2 “menyegarkan”. seperti habis mandi hahaha. jiwaku, rohaniku jd “SEGER” kembali. keep writing ya bro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s