Keberanian untuk Tidak Membalas

Pada tahun 1945, generasi terbaik Amerika pulang dari medan peperangan, Jerman menyerah kepada sekutu, dan beberapa bulan kemudian Jepang juga menyerah. Kedua peristiwa tersebut menandakan berakhirnya perang dunia kedua. Kehidupan di Amerika kembali berjalan normal. Termasuk untuk sebuah Liga Utama American Baseball, seluruh stadion dipadati oleh penonton yang bersorak mendukung timnya. Ada dua macam liga baseball pada masa itu, permainan yang sama namun dimainkan oleh orang-orang yang berbeda. Baseball untuk orang kulit putih dan untuk orang kulit hitam. Masih ada peraturan tidak tertulis diantara mereka untuk membeda-bedakan seseorang dari warna kulitnya.

Ada seorang pemilik salah satu klub baseball bernama Branch Rickey yang mempunyai gagasan gila untuk mendobrak garis pemisah berdasarkan warna kulit itu. Gagasan yang mumbuatnya ditertawakan oleh teman-temannya dan seluruh media. Ia merekrut seorang pemain kulit hitam yang temperamental bernama Jackie Robinson untuk bermain di klubnya yang bertanding di Liga Utama American Baseball, liga yang belum pernah mengikutsertakan seorang negro. Dan, bergabunglah seorang Jackie Robinson. A black man in white baseball.

Di dalam kontraknya kepada Jackie, ia memberikan imbalan yang layak untuk seorang pemain baseball. Namun sebelum menandatangani kontrak tersebut, ada satu pertanyaan Rickey kepadanya.

“Apakah kamu bisa mengendalikan temperamenmu? Seorang negro di permainan orang kulit putih, apakah kamu bisa membayangkan reaksi mereka nanti? Bagaimana jika kamu mendapatkan perlakuan dari mereka yang melecehkanmu nanti hanya karena kamu berkulit hitam? Apa yang kamu lakukan?”

“Kamu menginginkan pemain yang tidak punya keberanian untuk membalas?” Jackie berdiri dari tempat duduknya, tersulut emosinya karena ditantang seperti itu. Dan, secara mengejutkan Rickey menjawab, “Bukan.” Ia menambahkan lagi, “Bukan seperti itu yang aku inginkan. Aku menginginkan seorang pemain yang mempunyai keberanian untuk TIDAK membalas. Mereka tidak akan menyukai ini. Mereka akan melakukan apa saja untuk membuatmu bereaksi. Mereka mengharapkan balasan makian dengan makian, pukulan dengan pukulan,” dengan penuh ketegasan ia mengatakan semua itu kepada Jackie.

Kemudian ia menambahkan lagi, “Kita akan menang jika dunia merasa yakin dengan 2 hal: Jika kamu adalah seorang pria sejati dan seorang pemain baseball yang hebat. Seperti Juruselamat kita. Kamu harus memiliki keberanian untuk memberikan pipi yang satunya. Bisakah kamu melakukannya?”

Jackie tertegun. Sambil memandangi papan nama yang bertuliskan nama-nama pemain kulit putih yang bertanding di Liga Utama American Baseball, kemudian ia menjawab, “Berikan kepadaku sebuah seragam, berikan kepadaku sebuah nomor di punggungku,” dengan tatapan mata seorang pria sejati ia menambahkan, “… dan, aku akan memberikan kepadamu keberanian itu.”

Cuplikan adegan di atas adalah bagian terbaik dari film berjudul: ’42; the Jackie Robinson Story’ yang aku tonton semalam.

Keberanian untuk tidak membalas. Bisakah kita melakukannya?

Satu pemikiran pada “Keberanian untuk Tidak Membalas

  1. satu kata “TIDAK” yang berbeda penempatan namun memiliki arti yang bertolak belakang, dan bisa memberi perubahan. Maka lazim terddengar kata2 bisa setajam pedam ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s