Teori Konspirasi, Serius?

Mereka yang berteriak-teriak bahwa Indonesia sedang dikuasai oleh sebuah teori konspirasi dunia itu seperti seseorang yang sedang di bawah pancuran air dan berteriak,”Aku basah! kita basah! Negara ini sudah basah kuyup dan hampir tenggelam!” Dan, berharap orang lain mendengarkan dan mengikutinya.

Teori konspirasi dunia tersebut bukan berarti tidak ada. Tentu saja ada karena itu hanyalah sebuah sistem yang diciptakan oleh orang-orang di dunia. Sama seperti sebuah rumah, pasti akan mempunyai aturan-aturan sendiri yang bertujuan untuk mengatur segala sesuatu supaya semua berjalan dengan baik dan teratur. Pertanyaan yang paling penting adalah apakah sistem tersebut mempengaruhi kita sekarang? Mungkin. Apakah mempengaruhi masa depan kita? Belum tentu. Karena ini pilihan. Kenapa pilihan? Karena kita diciptakan sebagai makhluk bebas. Manusia yang bebas berpikir dan bebas memilih masa depan tanpa dipengaruhi oleh siapapun. Siapa pun! Kecuali itu adalah keputusan kita sendiri.

Yang lebih menyedihkan lagi adalah banyak yang mempercayai bahwa ada sebuah kekuatan manusia yang lebih besar yang sedang mengatur dunia ini. Mengatur 7 milyar orang? 7 Milyar adalah angka yang sangat besar untuk jumlah orang, loh! Stadion Gelora Bung Karno saja jika terisi penuh hanya berisi 80.000 hingga 100.000 orang! Saya tidak bisa membayangkan betapa banyaknya jika 7 milyar orang berkumpul. Ayolah.., coba pikirkan baik-baik sekali lagi. Bagaimana cara sebuah sistem mampu mengatur 7 milyar orang yang masing-masing mempunyai kebebasan berpikir?

Saya percaya bahwa teori konspirasi, apalah itu namanya, hanyalah sebutan halus yang kita ciptakan sendiri —supaya kita tidak merasa malu dan kita tetap terlihat keren, dan istilah itu sebenarnya hanya menyatakan secara tidak langsung bahwa kita mengakui adanya seseorang di luar sana yang lebih pintar, lebih jenius, lebih kaya, yang sedang mengatur hidup kita dan tidak dapat kita kalahkan. Kita sudah mengaku kalah sebelum menggunakan semua akal dan pikiran kita. Singkatnya, kita sudah kalah sebelum bertanding.

Dan, yang terakhir, mungkin kita lupa bahwa Sang Pencipta kita tidak pernah tertidur dan tidak pernah lupa untuk memberikan pertolongan bagi siapa saja yang sedang membutuhkanNya. Bahkan sebelum kita memintanya. Apakah Dia diam saja melihat anak-anaknya menderita karena di atur oleh sebuah sistem, yang lebih berkuasa dari kuasaNya? Saya yakin tidak.

Bagi yang masih percaya ada sebuah sistem yang mampu mengatur 7 milyar orang di dunia ini, saya sarankan bertanya dahulu kepada ibu-ibu yang sering berganti-ganti asisten rumah tangga—beberapa orang menyebutnya, pembantu rumah tangga— silakan bertanya apakah gampang mengatur satu orang asisten— bahkan ketika semua yang ia minta —gaji tinggi, kebebasan bersosialisasi, uang saku pulang kampung—sudah diberikan?

Semoga jawaban ibu-ibu mengenai pertanyaan itu membuat kita berpikir ulang mengenai teori konspirasi yang mampu mengatur 7 milyar orang di dunia ini. Kecuali, kemampuan kita memang hanya untuk berteriak-teriak nyaring di bawah pancuran air dan malas melangkah supaya tidak lagi basah kuyup.

Semoga.

4 pemikiran pada “Teori Konspirasi, Serius?

  1. Hmm…bagaimana ya mengatur orang sedemikian banyak supaya nurut sama kehendak kita? Pernah dengar tentang fasisme? Atau komunisme? Atau demokrasi jadi2an yg sesungguhnya adalah okhlokrasi? Hmm…
    — korban teori konspirasi

  2. teori konspirasi itu seperti kentut, bentuknya gak ada, tapi baunya bisa dirasakan. yg teriak2 terzolimi dg konspirasi mestinya buat konspirasi juga untuk melawannya, jangan sekedar teriak, karena itu gak nyelesein masalah.

  3. Kebo duduk emang…mana ada konspirasi…liat aja lapindo…banyak orang ngatur satu orang buat bayar ganti rugi aja susah, apalagi sedikit orang ngatur banyak orang….pitnah itu pitnaaah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s